cool hit counter

Majelis Pustaka dan Informasi - Persyarikatan Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi
.: Home > Artikel

Homepage

Menyongsong Kopdarnas Penggiat Literasi: TBM PANGGON SINAU BOYOLALI

.: Home > Artikel > Majelis
07 Desember 2017 02:01 WIB
Dibaca: 348
Penulis : Arif Hidayat

Tarik Wisatawan, Warga Gelar Festival Waduk Cengklik

Festival Waduk Cengklik yang digelar warga Dusun Jayan, Desa Senting bersama Komunitas Panggon Sinau. foto: Antara

 

 

 

Iqra’ bismirabbikalladzi khalaq”. (Bacalah dengan nama Tuhanmu yang menciptakan). Penggalan surat Al-Alaq tersebut tidak lain merupakan wahyu yang pertama kali diterima Nabi Muhammad ketika beliau sedang khusyu dalam perenungannya di Gua Hira. Dengan wahyu itu pula berarti merupakan tanda dimana Nabi Muhammad diangkat menjadi Rasul. Dari ayat tersebut dapat kita ketahui bahwa membaca merupakan perintah yang pertama kali turun kepada Nabi Muhammad. Perintah ini kemudian diimplementasikan oleh para pengikut beliau untuk membangun suatu peradaban yang berlandaskan ilmu pengetahuan. Maka tidak heran jika tidak lama sepeninggal Nabi, ummat Islam yang pada mulanya tinggal di kawasan Jazirah Arabia mampu mengauasai dunia dan menjadi kiblat ilmu pengetahuan pada masanya. Semua itu berasal dari perintah untuk membaca.

 

Arus deras penyebaran Agama Islam telah sampai pula ke nusantara. 80 persen lebih penduduk Indonesia hari ini merupakan orang islam. Orang-orang yang meyakini bahwa “bacalah” merupakan kalimat pertama yang diajarkan Jibril kepada Nabi Muhammad.  Ironisnya pada tahun 2016 sebuah penelitian yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity menyatakan bahwa minat baca masyarakat Indonesia sangat rendah, hanya menduduki peringkat 60 dari 61 negara. Sulit rasanya bagi bangsa Indonesia jika ingin menjadi bangsa yang maju dan unggul jika minat baca masyarakatnya tidak ditingkatkan. Membaca merupakan pintu masuk untuk mendapatkan ilmu pengetahuan. Dan ilmu pengetahuan merupakan pilar utama kemajuan suatu bangsa  atau peradaban. Oleh karena itu agar menjadi bangsa yang unggul dan maju, minat membaca masyarakat harus ditingkatkan. Membangkitkan kesadaran membaca memang bukan perkara mudah. Namun harus terus diupayakan.

 

Salah satu upaya untuk meningkatkan minat baca masyarakat adalah dengan  membentuk taman baca. Taman Baca Masyarakat (TBM) Panggon Sinau merupakan salah satu komunitas yang berupaya mengambil porsi tersebut. Dirintis pada tahun 2017 yang beranggotakan anak-anak muda yang pada mulanya merupakan para pengajar TPA di Dusun Jayan, Sambi, Boyolali. Komunitas ini bersifat terbuka dengan fokus gerakan pada peningkatan minat baca masyarakat. TBM Panggon Sinau saat ini berlamat di Dusun Jayan, Desa Senting, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali. Dan bersama warga telah mendirikan gubuk baca yang nantinya akan dijadikan sebagai lokasi perpustakaan atau taman baca bagi masyarakat sekitar.

 

Jayan sendiri merupakan suatu dusun yang terletak di bibir Waduk Cenglik sebelah barat. Terdiri dari 3 RT dengan KK berjumlah kurang lebih 55. Dusun Jayan merupakan tempat nan asri dengan suasana khas ala pedesaan. Masih banyak ditemui pepohonan rindang, jalan-jalan setapak, anekan tanaman, kebun-kebun kosong, areal persawahan dan tentunya pemandangan indah Waduk Cengklik. Mayoritas masyarakat Dusun Jayan bekerja sebagai petani dan pencari ikan. Peningkatan minat baca masyarakat melalui taman baca ini merupakan salah satu program dari beberapa program lain untuk menyongsong dusun Jayan menjadi dusun yang mandiri melalui grand design desa wisata.

 

Pada 25-26 November lalu, masyarakat Desa Jayan berkerjasama dengan Komunitas Panggon Sinau, IMM Al-Ghozali Fakultas Psikologi UMS dan Pusat Perubahan Budaya dan Perubahan Sosial UMS (PSB-PS UMS) menyelenggarakan acara Festival Waduk Cengklik. Acara ini juga didukung oleh UKP-PIP. Festival Waduk Cengklik merupakan agenda yang baru pertama kali diselenggrakan di Desa Jayan. Acara yang mengangkat tema “Harmoni Alam-Budaya Berbingkai Kebhinekaan dan Keadilan Lingkungan” ini menampilkan pentas tari tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, selain itu juga terdapat agenda dolanan tradisional untuk anak-anak desa jayan.

 

Agenda dolanan tradisional bertujuan untuk  mengenalkan kepada anak-anak tentang permainan-permainan tradisional masa lalu yang saat ini sudah jarang dimainkan oleh anak-anak, padahal kalau kita kaji lebih jauh, dalam permainan tradisional tersebut banyak pelajaran yang bisa diambil dan bermanfaat bagi perkembangan sosial anak-anak. Agenda lain yang terdapat dalam Festival Waduk Cengklik adalah Cakrukan Budaya, agenda ini bertujuan untuk mensosialisasikan kepada masyrakat desa Jayan mengenai Manejemen Desa Wisata. Langka-langkah apa saya yang perlu disiapkan untuk menjadi desa wisata.

 

Agenda lain yang tidak kalah penting adalah launching TBM Panggon Sinau. Dalam agenda ini TBM Panggon Sinau diresmikan oleh perwakilan dari UKP-PIP dan Bupati Boyolali. Diharapkan kedepan ada kerjasama yang berkesinambungan antara Desa Jayan dengan permerintah Kabupaten Boyolali. Melalui agenda tersebut diharapkan bisa dijadikan sebagai media untuk menyebarkan semangat kebhinekaan bagi masyarakat yang memiliki latar belakang sebagai masyarakat pedesaan, namun tidak jauh dari Hegemoni perkotaan. Selain sebagai media untuk menularkan spirit kebhinekaan tersebut, diharapkan agenda tersebut juga bisa menjadi pintu gerbang bangkitya ekonomi masyarakat berbasis komunitas.

 

Keberlanjutan dari agenda tersebut bisa menjadi sebuah harapan besar untuk meningkatkan perekonomian yang kreatif bagi warga setempat melalui sektor pariwisata. Perbaikan masyarakat desa melalui desa wisata juga harus diimbangi dengan peningkatan kualiatas sumber daya manusianya. Upaya untuk meningkatkan sumber daya manusia tersebut salah satunya adalah dengan gerakan literasi ini. TBM Panggon Sinau akan tetap konsisten berada dalam jalur tesebut.

 

TBM Panggon sinau yang baru berumur beberapa hari ini masih berupaya untuk terus belajar dan memperbaiki diri. Inventaris buku yang kami miliki juga belum begitu banyak. Namun semangat untuk mengembangkan TBM menjadi lebih baik tetap membara. Dengan dukungan dari teman-teman IMM Al-Ghozali UMS yang setiap Jum’at, satu pekan sekali mengadakan kegiatan TPA untuk anak-anak, membuat tugas untuk menarik minat anak agar gemar membaca sedikit banyak terbantu.

 

Arif Hidayat

Koordinator Komunitas Panggon Sinau

 


Tags: TBMPanggonSinauBoyolali , KopdarnasPenggiatLiterasi , ArifHidayat

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website