cool hit counter

Majelis Pustaka dan Informasi - Persyarikatan Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi
.: Home > Artikel

Homepage

Siapakah Manusia Muhammadiyah itu?

.: Home > Artikel > Majelis
25 Februari 2020 22:20 WIB
Dibaca: 256
Penulis : Fauzan Anwar Sandiah

ap@gc modifikasi logo CM ke-21 1932

 

Akhir-akhir ini saya begitu gelisah melihat kenyataan bahwa instrumen demokrasi makin tumpul. Orang berebut memimpin, tapi tak siap dipimpin. Orang berjuang jadi pemimpin, tapi tak punya keterampilan mendengar perbedaan. Orang berhasrat jadi pemimpin, tapi hanya urusan perut sendiri yang dipikirkan.

 

Krisis utama abad ini adalah manusia hampir kehilangan keseluruhan keterampilannya memperkuat dan mendayagunakan kolektifitas. Keterampilan multikultur kita hilang seiring dengan hidup monokultur dalam urusan makan dan minum. Keterampilan memimpin manusia mulai pudar seiring hilangnya inisiasi dan kemampuan mencari alternatif dalam urusan mensejahterahkan hidupnya sendiri dan komunitasnya.

 

KH. Ahmad Dahlan mencontohkan kepribadian seorang manusia Muhammadiyah. Hidup-hidupilah Muhammadiyah tapi jangan mencari hidup di Muhammadiyah. Muhammadiyah bisa mengajimu, tapi besar kecilnya terimalah dengan keikhlasan. Muhammadiyah tak akan menyengsarakanmu, kecuali bila Muhammadiyah dipimpin oleh orang yang tak punya rasa kemanusiaan.

 

Maka pilihlah pemimpin Muhammadiyah, yang apabila dia dalam kekurangan, tak akan menhalanginya berbuat banyak. Dan bila, ia berkelebihan harta, makin semangatlah ia menyembunyikan bakti hartanya untuk Muhammadiyah. Biarkan Muhammadiyah menjadi kegembiraan bagi semua orang yang terlibat di dalamnya.

 

Bila ada yang berambisi mencari kekuasaan di Muhammadiyah, banyak-banyaklah ingat dan malu pada manusia-manusia pekerja di Muhammadiyah yang bahkan suara sakitnya hanya terdengar oleh Allah Swt. Malulah pada orang-orang yang tak paham sejarah dan AD/ART, tapi justru berhasil menjaga martabat Muhammadiyah. Jika ditunjuk jadi pemimpin, terimalah. Kalau tidak ditunjuk, jangan mencari-carinya.

 

Pemimpin yang tak percaya legitimasi natural, adalah pemimpin yang akan menyengsarakan organisasinya sendiri. Jika merasa pantas jadi pemimpin di Muhammadiyah, semailah sebanyak-banyak kemuliaan diri dan kerja. Tunggulah hingga waktunya memanen tugas. Orang yang tahu beratnya amanah tak akan pernah berebut kekuasaan.

 

 

Maumbi, 25 Februari 2020

 

 


Tags:
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Refleksi

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website