Majelis Pustaka dan Informasi - Persyarikatan Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi
.: Home > Artikel

Homepage

MUSEUM UNTUK MUHAMMADIYAH: MENANDAI HARI MUSEUM INTERNASIONAL 2020

.: Home > Artikel > Majelis
18 Mei 2020 20:11 WIB
Dibaca: 418
Penulis : Widiyastuti, S.S., M.Hum.

Museum Muhammadiyah dan Masjid Islamic Center UAD. (Foto: Dr. Norma Sari, M.Hum.)

 

Setelah lebih dari satu abad perjalanan, Muhammadiyah telah menghasilkan banyak karya nyata bagi bangsa ini. Pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, kesetiakawanan dan yang paling penting keagamaan telah dimainkan oleh Muhammadiyah melalui amal usaha dan usaha amal yang tersebar di penjuru negeri ini. Tak ada organisasi sosial kemasyarakatan dan keagamaan yang memiliki karya nyata sebesar Muhammadiyah. Inilah yang menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari perangkai puzzle sejarah perkembangan Indonesia. Apa yang telah dilakukan dan dihasilkan oleh Muhammamdiyah sejak 1 abad yang lalu jika tidak segera didokumentasikan secara sistematis dikhawatirkan akan menguap seiring pergantian jaman dan generasinya. Untuk itulah, pendokumentasian sudah mulai harus dilakukan oleh Muhammadiyah.

 

Museum merupakan wahana edukasi historis bagi masyarakat yang dipilih untuk menjadi salah satu media pendokumentasian puzzle-puzzle karya nyata Muhammadiyah.Kaitannya dengan hal itu, perjalanan intelektual Ahmad Dahlan dan peran nyata Muhammadiyah perlu divisualisasikan dalam bentuk museum dalam rangka menjaga memori kolektif masyarakat akan sosok Ahmad Dahlan dan ide-ide yang digagasnya untuk memajukan masyarakat Indonesia serta peran serta Muhammadiyah dalam membangun peradaban negeri ini. Dari sebuah kampung yang jauh dari kata terkenal muncullah pemikiran tentang Muhammadiyah yang di masa berikutnya menorehkan peran yang sangat besar di negeri ini. Museum menjadi sebuah tools untuk menyampaikan kepada masyarakat tentang apa, siapa dan bagaimana Muhammadiyah merajut sebuah titik penting dalam perjuangan dan perkembangan negeri ini.  

 

Muhammadiyah memiliki museum mungkin masih ada yang mempertanyakan. Jangan-jangan nanti akan muncul pengkultusan terhadap sejarah masa lampau. Ingat peristiwa Kyai Ibrahim yang memerintahkan untuk menurunkan gambar KHA Dahlan untuk menghindari pengkultusan karena memang itulah salah satu yang diperangi KHA Dahlan dan Muhammadiyah. Barang-barang milik KHA Dahlan saja sudah sangat sedikit yang ditemukan karena hampir semua artefak yang menjadi jejak sejarah KHA Dahlan dilelang untuk keperluan Muhammadiyah. Kita selalu bingung kalau diminta untuk menunjukkan arsip-arsip penting yang kita miliki. Bangunan-bangunan bersejarahpun sudah hilang satu persatu.

 

Gedung Bioskop Kranggan di Surabaya yang menjadi saksi konggres Muhammadiyah 1926 dan menampilkan seorang perempuan sebagai pemimpin sidang saat ini sudah berubah menjadi mall. Tentu saja Muhammadiyah memiliki alasan namun menyusun puzzle Muhammadiyah dalam satu ruang untuk menjaga rangkaian kisah sejarah untuk generasi yang akan datang juga penting dilakukan. Sumber utama sejarah Muhammadiyah semakin lama semakin sedikit dan kita berpacu dengan waktu untuk bisa mengambil ceritanya. Itulah salah satu alasan kenapa di usia yang sudah melampaui 1 abad ini Muhammadiyah perlu memiliki sebuah monumen yang bisa bercerita tentang dirinya, kontribusinya, kepeloporannya bahkan mimpi-mimpinya untuk genarasi yang akan datang sehingga memori kolektif ini tetap terjaga. Sudah saatnya kita mewujudkan Museum Muhammadiyah yang bisa  menyajikan sejarah Muhammadiyah dalam berbagai perannya baik itu Sosial Keagamaan, Kebangsaan, dan Kemanusiaan. Kita juga mengharapkan dengan adanya museum yang dimiliki Muhammadiyah dapat menjadi media Informasi dan transformasi nilai, disamping tentu saja bernilai edukasi dan rekreasi.

 

Didirikannya Museum Muhammadiyah tentunya diharapkan bisa semakin mengukuhkan Muhammadiyah sebagai organisasi yang berkemajuan. Tujuan yang ingin dicapai Muhammadiyah dengan didirikannya museum adalah bisa memberikan informasi yang komprehensif kepada publik mengenai sejarah, peran Muhammadiyah di segala bidang kehidupan sosial-keagamaan, ekonomi, peran kebangsaan dan dalam turut serta membentuk peradaban dunia. Disamping itu penanaman nilai-nilai keteladanan, kepeloporan, dan kemajuan yang direpresentasikan oleh tokoh-tokoh Muhammadiyah, amal usaha di berbagai bidang yang telah dan sedang dilakukan Muhammadiyah. Beragam peran yang telah dilakukan ini tentunya menorehkan nilai-nilai unggul dan daya saing yang perlu dilestarikan dan didokumentasian khususnya terhadap aset yang dimiliki Muhammadiyah. Dan yang paling penting dengan didirikannya museum ini dapat membentuk karakter anak bangsa melalui media informasi berkaitan dengan nilai-nilai ketokohan, kepeloporan, inspirasi yang disajikan dalam Museum. Muhammadiyah serius untuk memiliki museum yang memang memiliki standart permuseuman secara nasional dan internasional. Misi yang diusung dalam pendirian museum ini adalah :

 

  1. Mengumpulkan, merawat dan melestarikan benda, dokumen dan arsip sejarah, peran, dan dinamika Muhammadiyah dan disajikan secara kronologis;
  2. Sarana informasi, edukasi, transformasi nilai dan rekreasi. Empat point dalam satu tempat dengan anggota dan simpatisan Muhammadiyah dari pelosok negeri akan menjadikan museum sebagai media transformasi informasi dan nilai yang cukup strategis;
  3. Meningkatkan  kerja pendokumentasian dan penelitian ilmiah yang berhubungan dengan sejarah dan peran Muhammadiyah;
  4. Memanfaatkan museum sebagai lembaga pendidikan non formal dan media pembelajaran dalam pendidikan nilai-nilai Muhammadiyah;
  5. Melaksanakan bimbingan edukasi dan menyebarluaskan informasi tentang sejarah serta peran Muhammadiyah pada masyarakat.

 

Berdirinya Museum Muhammadiyah diharapkan bisa berfungsi wadah besar khazanah sejarah Muhammadiyah baik yang berbentuk artefak, dokumen maupun arsip yang terserak baik di wilayah, institusi maupun perseorangan. Museum juga akan menjadi pusat informasi sejarah dan peran Muhammadiyah yang memiliki akurasi tinggi sebagai rujukan utama. Sebagai organisasi yang mengusung semangat berkemajuan, museum diharapkan bisa menjadi salah satu media bimbingan edukasi dan menyebarluaskan informasi tentang sejarah, dan dinamika, peran Muhammadiyah pada masyarakat secara luas. Museum ini diharapkan ke depannya akan menjadi tempat pengumpulan atau akuisisi artefak, dokumen maupun arsip yang berkaitan dengan Muhammadiyah yang berada di berbagai level struktur Muhammadiyah, institusi lain, maupun yang dimiliki perseorangan. Dan yang tidak kalah pentingnya, Museum Muhammadiyah akan bisa menampilkan visualisasi tentang sejarah serta peran Muhammadiyah.

 

Berdirinya Museum Muhammadiyah yang direncanakan berada di lingkungan Kampus Universitas Ahmad Dahlan ini menjadi kado bagi milad Muhammadiyah ke 108 tahun 2020 ini. Museum bagi Muhammadiyah akan menjadi pengokoh posisi dan perannya sebagai oraganisasi yang mengusung modernisasi, perubahan dan berkemajuan. Dengan keberadaan anggota, simpatisan dan amal usaha yang dimiliki, berdirinya Museum Muhammadiyah sudah ditunggu-tunggu sebagai penegasan bahwa Muhammadiyah selalu ada untuk negeri ini. Disinilah jejak peran Muhammadiyah tergambarkan dengan jelas dan runtut sehingga tidak ada lagi keraguan tentang komitmen Muhammadiyah bagi negeri ini.

 

Sejak masa sebelum merdeka, masa kemerdekaan sampai saat ini, Muhammadiyah selalu berada di garda depan dalam mempertahankan harkat dan martabat bangsa. Muhammadiyah selalu ada ketika negeri ini membutuhkan. Spirit Al Maun dalam konteks yang lebih kekinian selalu dipegang oleh Muhammadiyah. Berdirinya Museum Muhammadiyah menjadi bukti cinta Muhammadiyah bagi negeri ini. Sampai kapanpun Muhammadiyah tidak akan pernah meninggalkan negeri ini karena Muhammadiyah ikut andil dalam melahirkan dan membesarkannya. Museum Muhammadiyah akan menjadi khazanah istimewa di Indonesia karena menjadi sebuah museum yang bertemakan organisasi yang sampai saat ini masih nyata berkiprah.

 

Selamat Hari Museum Internasional dan selamat datang Museum Muhammadiyah. Keberadaannya akan semakin mengokohkan Bangsa Indonesia sebagai bangsa yang bermartabat yang tidak akan meninggalkan sejarahnya. Visualisasi yang ada di Museum Muhammadiyah akan menjadi sebuah ide untuk membuka jalan yang lebih baik di masa depan. Sejarah akan berulang hanya berbeda ruang dan waktunya. Belajarlah pada sejarah untuk menciptakan kehidupan yang lebih baik.

 

Aisyiyah Dorong Perempuan Aktif Menulis

 

Widiyastuti, S.S., M.Hum.

Waki Ketua Majelis Pustaka dan Informasi Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Koordinator Pendirian Museum Muhammadiyah.


Tags: MUSEUMUNTUKMUHAMMADIYAH , HARIMUSEUMINTERNASIONAL2020 , MAJELISPUSTAKADANINFORMASI
facebook twitter delicious digg print pdf doc Kategori : Museum Muhammadiyah

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website