cool hit counter

Majelis Pustaka dan Informasi - Persyarikatan Muhammadiyah

Majelis Pustaka dan Informasi
.: Home > Artikel

Homepage

Menyongsong Kopdarnas Penggiat Literasi: PERPUSTAKAAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA

.: Home > Artikel > Majelis
07 Desember 2017 02:07 WIB
Dibaca: 57
Penulis : Nana Yuliana

 

 

 

“Mengumpulkan orang untuk demo lebih mudah daripada mengajak ke perpustakaan”

–Haedar Nashir

 

 

Hal pertama yang menjadi tantangan bagi para relawan Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman setelah membuka kembali pelayanan di perpustakaan ini pada tahun 2015 lalu yaitu bagaimana mengajak masyarakat Kauman dan sekitar untuk datang ke perpustakaan. Tidak berhenti untuk sekadar berkunjung ke perpustakaan, tapi bagaimana kegiatan-kegiatan di perpustakaan mampu menggerakkan masyarakat untuk berkarya, bertumbuh, bahkan memajukan literasi di Yogyakarta. Para pengurus yang berangkat dari semangat untuk memberikan manfaat kepada masyarakat, mulai menyusun beberapa strategi untuk mewujudkan visi dan misi yang dimiliki Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman.

 

Program belajar bahasa Arab dan bimbingan belajar untuk SD, SMP, bahkan SMA menjadi kegiatan awal untuk menarik minat masyarakat datang ke perpustakaan. Mayoritas yang mengikuti program belajar bahasa Arab yaitu orangtua, khususnya bapak-bapak. Tidak hanya belajar, namun mereka juga sering meminjam buku-buku di perpustakaan. Hal tersebut membuat para pengurus dan relawan semakin bersemangat untuk menambah koleksi buku berkaitan dengan Agama Islam. Program bimbingan belajar juga mampu memberikan semangat anak-anak Kauman dan sekitarnya untuk belajar bersama di perpustakaan yakni dua kali dalam seminggu mereka datang ke perpustakaan.

 

Tidak puas dengan dua kegiatan rutin tersebut, para relawan mencoba untuk membuat kegiatan workshop di perpustakaan. Workshop pertama yang terselenggara yaitu “Kepenulisan” bersama M. Anwar Djaelani penulis buku 50 Pendakwah Pengubah Sejarah bekerjasama dengan  Departemen Pers dan Penerbitan JAA Universitas Muhammadiyah Yogyakarta dengan peserta yaitu mahasiswa umum dan anggota JAA UMY. Dalam workshop ini, para peserta diberikan bekal bagaimana proses kreatif dalam membuat sebuah buku.

 

Workshop kedua yaitu “StoryTelling” bersama dosen-dosen Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Pada workshop ini diikuti oleh para siswa dan siswi SMP di sekitar perpustakaan yang belajar bagaimana mendongeng dalam bahasa Inggris. Workshop selanjutnya yaitu “Creative Writing (Novel & Poem)” yang menghadirkan Rangga Almahendra dan  Edrida Pulungan yang memberikan pengetahuan bagaimana menuangkan ide dalam tulisan serta bagaimana membuat puisi yang indah. Dalam workshop ini, para pengurus mengundang para siswa dan siswi SMA di sekitar Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman.

 

Menyadari bahwa para relawan juga membutuhkan wawasan dalam mengelola perpustakaan dan mereka tidak memiliki background perpustakaan, terdapat beberapa agenda yang bertujuan untuk menambah pengetahuan para relawan berkaitan dengan dunia perpustakaan dan literasi yaitu Manajemen Perpustakaan Masjid dan Proses Input Buku dengan narasumber perwakilan Perpustakaan Kota Jogja. Setelah mendapatkan dua pelatihan tersebut, para pengurus dan relawan mengadakan agenda input buku bersama. Selain itu, dibentuklah Divisi Pers yang setiap bulannya akan membuat buletin “SERAMBI” yang memiliki tujuan untuk menggerakkan semangat literasi bagi para pengurus dan relawan. Terdapat 5 bagian dalam buletin SERAMBI yakni Kajian Utama, Bincang Tokoh, Reportase,  Suara Kita, dan Resensi. Kelima bagian tersebut yang menentukan konsep hingga mencetak dilaksanakan oleh Divisi Pers bersama para relawan.

 

Buletin SERAMBI menjadi wadah para relawan untuk belajar kepenulisan serta bagaimana proses kreatif dalam membuat suatu buletin. Untuk memberikan suasana keakraban dan menciptakan ide-ide kreatif di perpustakaan, dilaksanakanlah “Gathering Balapustaka” yaitu sekali dalam dua bulan. Dalam kegiatan tersebut, semua relawan dengan pengurus berbagi cerita, menulis harapan-harapan untuk perpus ke depannya, serta memberikan saran dan solusi untuk permasalahan di perpustakaan.

 

Berkomitmen dalam memberikan edukasi, menggaungkan literasi, dan semangat membaca, Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman mempunyai dua kegiatan andalan yakni Perpustakaan Keliling Kauman (PKK) dan Little Library Project (LLP). PKK dilaksanakan seminggu sekali bertempat di Kampung Kauman. Tidak hanya menyediakan buku-buku yang dapat dibaca oleh masyarakat, namun kegiatan mendongeng untuk anak-anak menjadi daya tarik tersendiri. Masyarakat juga dapat berpartisipasi dalam program hibah buku dalam kegiatan PKK serta juga dapat melakukan peminjam buku.

 

Buku-buku yang dihibahkan masyarakat serta donasi dalam bentuk dana pembuatan rak atau dana pengelolaan dari masyarakat disalurkan oleh Perpustakaan Gedhe Kauman melalui Little Library Project (LLP). LLP merupakan sebuah proyek pengadaan perpustakaan kecil di Panti Asuhan, Pondok Pesantren, atau tempat-tempat umum yang keseluruhan biaya prosesnya merupakan donasi dari masyarakat umum. Saat ini sudah ada 6 perpustakaan kecil yang tersebar di Yogyakarta dan sekitarnya.

 

Berdasarkan data divisi pelayanan, pengunjung perpustakaan yang paling banyak jumlahnya yaitu anak-anak. Sehingga, Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman berusaha untuk memberikan kegiatan-kegiatan yang mampu sebagai wadah anak-anak dalam berkarya, belajar, dan bermain. Salah satunya yaitu Little Scientist Club (LSC) dimana anak-anak belajar sains dengan cara yang menyenangkan misalnya membuat robot dari sikat gigi, robot “the runner”, membuat roket air, dan sebagainya. Melihat antusias anak-anak yang tinggi untuk datang ke perpustakaan, maka dibutuhkan ruang baca khusus anak-anak yang nantinya tidak hanya untuk membaca dan mendapatkan informasi, tetapi juga sebagai wadah untuk menumbuhkan kreatifitas dan inovasi sejak dini.

 

Oleh karena itu, Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman telah meresmikan Kids Corner Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman pada tanggal 29 Oktober 2017. Kids Corner ini memiliki maksud dan tujuan untuk memberikan fasilitas kepada anak-anak untuk mengembangkan minat dan bakat melalui program-program Kids Corner seperti mendongeng, menggambar, membuat mading, origami, dan kirigami. Selain itu, juga untuk mendekatkan anak-anak dengan perpustakaan sehingga menjadi terbiasa dengan aktifitas membaca, bersosialisasi, serta berpikir kreatif. Melalui kegiatan-kegiatan di Perpustakaan Masjid Gedhe Kauman, diharapkan akan membawa perubahan dan kemajuan pada dunia literasi di Yogyakarta serta dapat mencetak generasi emas kebanggan Indonesia.

 

 


Tags: PerpustakaanMasjidGedheKaumanYogyakarta , KopdarnasPenggiatLiterasi , NanaYuliana

Berita

Agenda

Pengumuman

Link Website